twitter
Tristar Culinary Institute Jakarta
Telp: 021-5380668. Fax: 021-53155652.
HP: 081234506326, 081286358533. PIN BB: 53B4FED8, 2A96E298.
Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-33. Serpong - Tangerang.

Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER
Program Pendidikan Kuliner Diploma 1, D2 dan D3

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari

Jurusan :
Patiseri (Baking & Pastry)

Tata Boga (Kuliner)


Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.


Jln. Raya Jemursari no. 244. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id


*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Info: Kursus Tristar 031-71933131 - 081332004197




Informasi:

*Kursus Tristar Kaliwaron

Jln. Kaliwaron 58-60. Surabaya

Jadwal Kursus Tristar Kaliwaron.

Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Kaliwaron.

Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute

Aneka Mesin & Peralatan Home Industry

Poduct List Tristar Machinery


*Anda ingin membuka Cafe?

Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe

Kursus Minuman Cafe di Tristar Kaliwaron

Pages

Prabu Galih Setiyo Pamungkas, Asisten Chef Akpar Majapahit yang Pingin Kelola Resto Sendiri


          PRABU Galih Setiyo Pamungkas, atau yang biasa disapa Prabu, adalah karyawan baru di lingkungan kampus Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.




          Lulusan D3 Akpar Majapahit ini merupakan salah satu sosok mahasiswa yang kreatif selama kuliah dengan nilai akademik yang lumayan bagus. Nah karena prestasinya itu maka tak pelak lagi jika setelah lulus kuliah, pihak yayasan –Ir Yuwono Saroso, Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri-- kepincut untuk merekrutnya.




          Setelah magang kerja (on the job training di International Feyloon Restaurant Bali selama enam bulan) dia ditawari menjadi asisten chef di laboratorium culinary Akpar Majapahit, sejak 1 November lalu dan mengelola Naomi Mini Resto.

          Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Penawaran owner Akpar Majapahit itu langsung disambar oleh bujangan kelahiran Banyuwangi, 03 Maret 1993 silam tersebut sebagai sebuah ajang pengabdiannya di almamater, usai melaksanakan on the job training (OJT) di Bali.


          Nah sejak bergabung dengan dosen-dosen dan seniornya di kampus Akpar Majapahit, dia dipercaya sebagai asisten chef (asisten dosen). Dia membantu chef Ari Puwantoro Amd Par dan Yanuar Kadaryanto SE.


          Tugasnya terutama mendampingi mahasiswa mulai proses pembuatan menu masakan sampai selesai menjadi produk yang siap disajikan. Sedangkan bahan-bahan untuk masak memasak sudah disiapkan lebih dulu oleh mahasiswa sebelum praktik.

          Selain itu, dari pihak yayasan juga memberi tantangan kepada dirinya untuk mengelola Naomi Mini Resto. Rencananya, resto tersebut di-soft launching pada 8 Januari 2014. ”Tantangan dari owner yayasan untuk mengelola resto ini ibarat mimpi yang menjadi kenyataan. Dream come true-lah. Pasalnya, jika saatnya nanti tiba saya pingin punya resto dan mengelolanya sendiri,” ujarnya antusias.

          Anak bungsu dari lima bersaudara itu memang mencintai bidang kuliner, Ini tidak lepas dari atensi orang tua Prabu yang punya usaha catering  di Banyuwangi. Darah suka masak memasak yangn mengikuti jejak orang tuanya ini pada akhirnya membulatkan tekadnya kuliah di Akpar Majapahit, sejak 2010 silam hingga lulus 2013.

          ”Selain menyukai urusan masak memasak –jadi tukang masak untuk tidak menyebut koki—saya sebetulnya juga senang bermusik seperti saudara kandungnya yang lain, tetapi saya lebih fokus di olah vokalnya,” ujarnya sambil tersenyum.

          Ia pun menyebut nama grup band Anak Adam yang dibentuknya semasa SMA dulu. Ketika bandnya tampil dalam ajang lomba musik sekolah, dia pernah meraih prestasi di kota kelahirannya.


          Sebelum resmi gabung di Akpar Majapahit, selama kuliah dia sempat mencari pengalaman di Mirage Hotel Bali sebagai tenaga OJT selama sebulan. Selanjutnya ia pindah sebagai tenaga OJT ke International Feyloon Restaurant Bali selam enam bulan. Selama bekerja di restoran tersebut, dirinya menerima upah 50 persen dari nilai yang seharusnya.

          Bekerja di restoran itu dirinya bisa memetik berbagau pengalaman berharga karena bisa belajar langsung aneka menu masakan china (Chinese Food), Hongkong Cuisine dan Din Sum berstandar internasional.


          Setelah merampungkan OJT Juli 2013 lalu, Prabu berhasil menyelesaikan tugas akhir (TA) dari dosen pembimbing dengan mengambil judul Sistem Kerja terhadap Produktivitas Karyawan di International Feyloon Restaurant Bali.


          Usai OJT, dia selama dua bulan kembali ke Banyuwangi sekaligus bantu-bantu orang tua mengembangkan usaha catering keluarga. Selain itu, dirinya sering dilibatkan oleh pihak almamater untuk menghadiri pameran (expo) di luar kota, terutama menjadi chef saat menggelar demo memasak bersama tim marketing Akpar Majapahit. (ahn)

Akpar Majapahit Meriahkan Mother & Baby Fair

Gelar Demo Menghias Cup Cake
  

          SURABAYA – Gelaran Mother & Baby Fair di Atrium Grand City Mall Surabaya Jl Walikota Mustajab dan Jl Kusuma Bangsa Surabaya, pada Minggu (3/11) lalu, terasa istimewa dan tampil heboh menyusul dengan dihelatnya demo menghias cup cake oleh anak-anak. Demo menghias kue ini merupakan sumbangan mahasiswa jurusan Pastry Akpar Majapahit Surabaya.


          Tiga ang ditugaskan untuk menyukseskan acara demo menghias cup cake itu adalah Eva Pratiwi dan Adrianus Tomo, sedangkan Dini Permatawati mendapat job membagikan brosur kepada tamu dan pengunjung pameran.


          Sejak pukul 09.00, chef Eva Pratiwi dan chet Adrianus Tomo sudah menyiapkan cup cake yang masih polosan, dan bahan-bahan lain seperti butter cream, coklat dan meses untuk bahan menghias kue dan roti. Orang tua yang hadir bersama anak-anaknya pun antusias mendaftarkan buah hatinya untuk meramaikan gelaran demo menghias cup cake.

          Suasana riuh rendah khas anak-anak yang dipandu oleh dua pasangan master ceremony (MC) menarik pengunjung mal untuk datang ke arena pameran sekaligus mencari tahu ada acara apa koq masih pagi sudah demikian heboh.


          Nah kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Dini Permatawati untuk membagikan brosur Akpar Majapahit, pelatihan Tristar Culinary Institute dan Kids Fun Cooking Class kepada setiap pengunjung pameran.yang datang, terutama keluarga yang membawa anak-anaknya. Menariknya, pengunjung yang datang mendapatkan balon cuma-cuma dari panitia.

          Dari 20 cup cake yang disediakan tim dari Akpar Majapahit, akhirnya menjaring 10 anak, satu diantaranya adalah bocah lelaki, selebihnya anak perempuan. Setelah semua peserta demo menghias cup cake berkostum ala chef (topi dan celemek), maka lomba menghias kue pun dimulai. Tentu saja aksi mereka menghias kue luar biasa seru!


          Panitia menyediakan waktu menghias kue antara 15-30 menit. Aksi ciamik antarpeserta saat menghias cup cake memancing orang tua turun tangan sekaligus menyemangati buah hatinya agar tampil all out. Uji kemampuan anak menghias kue itu juga terkait dengan tagline  Be Creative Be Fun yang dihelat oleh Nestle bersama MOM & me dalam Mother & Baby Fair 2013.

 
          Ditemui usai lomba menghias kue, chef Eva Pratiwi menuturkan, pihaknya ditugasi kampus Akpar Majapahit untuk memeriahkan salah satu acara di ajang Mother & Baby Fair 2013. Nah karena pameran itu menyajikan produk ibu dan anak, maka pihaknya menampilkan acara layaknya Kids Fun Cooking Class, yakni berupa demo menghias kue bagi anak-anak.

          Ia juga tidak menyangka kalau sambutan orang tua sungguh luar biasa. Mereka yang kebetulan jalan-jalan di mal bersama keluarga, langsung tertarik mendaftarkan putra putrinya untuk meramaikan lomba menghias cup cake.

          ”Wow, antusiasme pengunjung mal ini memang yang kami harapkan. Jadi nggak sia-sialah kalau semalam kami harus melekan untuk menyiapkan cup cake,” ujar chef Eva didampingi chef Adrianus Tomo. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa jurusan Pastry Akpar Majapahit Surabaya.

          Sementaran itu, Dini Permatawati menambahkan, jika orang tua ingin mengasah bakat dan kreativitas buah hatinya dalam bidang kuliner dan pastry, silakan mengikuti dan mendaftarkan diri ke program Kids Fun Cooking Class bersama Tristar Institute.


          Jadwal kegiatan dihelat setiap hari Sabtu, pukul 14.00-selesai dengan biaya Rp 60.000,- peserta sudah mendapatkan topi dan celemek. Resep yang ditawarkan antara lain Kreasi Bento, Banan Rock ’n Roll, Mini Pizza, Macaroni Schotel, Spring Roll, Soup Merah dan Kue Kukus Rainbow. (ahn)

Mahasiswa Akpar Majapahit Belajar ’’Ice Carving’’





          SURABAYA - Sekitar 50 mahasiswa baru jurusan Kuliner (Tata Boga) Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit tahun akademik 2013/2014 --kelas pagi dan siang-- belajar memahat dan mengukir es (ice carving). Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah jurusan Kuliner di lembaga pendidikan tersebut.




          Mereka antusias mengikuti teori dan praktik memahat es yang disampaikan Sukamto, staf pengajar Akpar Majapahit, di area parkir sepeda motor kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Selasa (22/10) siang.

          Sebelum praktik memahat dan mengukir es dimulai, mahasiswa lebih dulu dikenalkan teori memahat es di kelas. Setelah itu mereka langsung diajak praktik. Bahannya beberapa balok es ukuran 120 x 80 cm, siap dipahat dan diukir menjadi sosok angsa (dua buah), burung elang (1 buah), huruf B (1 buah) dan menara (1 buah).

          Peralatan yang disediakan untuk praktik mengukir es antara lain gergaji, alat pahatan/ukiran (aneka ukuran dan bentuk), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastik dan stereoform.

          Untuk mengukir balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala leher dan sayap.

          Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.


          Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap --sesuai bentuk mal-- dengan pemahat berujung segitiga, untuk memberi kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa. Dengan ketelitian tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan mengukir es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan.


          Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktik langsung bagaimana tata cara memahat dan mengukir es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

          ”Kalian tidak perlu takut kalau salah atau hasil pahatan kalian kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana memahat dan mengukir es secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Sukamto yang cukup telaten mengajari dan membagi ilmunya  kepada mahasiswa ketika memeragakan cara memahat es.

          Selain seni memahat dan mengukir es, mahasiswa Akpar Majapahit juga diajari seni mengukir bahan makanan (sayur dan buah-buahan). Boleh dikata seni menghias es dan bahan makanan ini hasilnya amat mengagumkan. Tak salah jika hampir di semua perayaan besar yang ada di dunia, hampir pasti kita temukan 'seni dari makanan' apakah itu berbentuk patung cokelat, naga dari buah semangka dan lainnya.



          Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya. Pada gilirannya bikin tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni mengukir es dan buah. (ahn)



Kuliah Praktek - Masakan Indonesia

SEKOLAH KULINER -PATISERI & PERHOTELAN D3 DAN S1

Tristar Institute BSD

 Berbicara makanan Indonesia, setiap daerah memiliki ciri khas kuliner tersendiri. Oleh karena itu suatu keberuntungan apabila dapat menjelajahi aneka kuliner tradisional dan merasakan kenikmatan makanannya. Mahasiswa Tristar Institute BSD dari kelas kuliner dengan bangga menyajikan masakan tradisional dalam pelajaran mata kuliah mengenai Pengetahuan Makanan Indonesia.

35 Mahasiswa Akpar Majapahit Ujian Sertifikasi

Kolaborasi dengan LSP-Par-Nas

          SURABAYA – Tingginya permintaan sumber daya manusia (SDM) dalam industri kepariwisataan di Indonesia, memberi kesempatan bagi masyarakat umum dan mahasiswa dari Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit, mengikuti ujian sertifikasi kompetensi yang digelar LSP-Par-Nas (Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Nasional).




          Ujian sertifikasi kompetensi bidang pariwisata yang diikuti 35 mahasiswa Jurusan Pariwisata Akpar Majapahit ini merupakan ujian gelombang kedua. Sebelumnya, pada ujian gelombang pertama Juni 2013 lalu, 32 mahasiswa Akpar Majapahit telah mengikuti ujian sertifikasi kompetensi bidang pariwisata.

          Ujian yang diselenggarakan di Kampus Akpar Majapahit pada Kamis (26/9) lalu dihadiri Direktur Eksekutif LSP-Par-Nas Dra Renny R. Wahjoedi MM, Ketua Bidang Sertifikasi LSP-Par-Nas, Drs Hari Setiyono, Asisten Direktur I Bidang Akademik Akpar Majapahit Drs Hedy W. Saleh MBA,  Asisten Direktur III Bidang Kemahasiswaan  Akpar Majapahit Machtucha, dan segenap civitas akademika Akpar Majapahit.

          Seperti disampaikan Renny R. Wahjoedi, jika peserta uji kompetensi dinyatakan lulus, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi dari LSP-Par-Nas yang berlaku selama tiga tahun.


          Jika masa berlakunya habis, maka pemegang sertifikat bisa mengajukan perpanjangan senyampang bidangnya masih tetap sama. Untuk mendapatkan sertifikat perpanjangan, pemegang sertifikat bisa mengajukan ke LSP-Par-Nas dilengkapi rekomendasi dari institusi tempatnya bekerja.

           ”Sebaliknya kalau pemenang sertifikat pindah profesi di bidang lain, maka yang bersangkutan wajib mengikuti ujian sertifikasi mulai dari awal lagi,” terang Renny seraya menambahkan bahwa biaya mengikuti ujian sertifikasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum dipatok sekitar Rp 700.000,- perorang.

          Sementara itu Ketua Yayasan Prasetya Eka Mandiri (Pengelola Akpar Majapahit), Ir Juwono Saroso mengungkapkan, ujian sertifikasi  kompetensi yang diikuti mahasiswa Akpar Majapahit merupakan anjuran karena dengan memegang sertifikat kompetensi di bidangnya, mahasiswa setelah lulus kuliah bisa lebih mudah mencari kerja sesuai keahlian.

          ”Pemegang sertifikat kompetensi dari LSP-Par-Nas ini selain kompeten di bidang yang digelutinya, juga eksistensinya diakui Negara. Pemegang sertifikat kompetensi lebih mudah cari kerja maupun dipercaya publik jika ingin buka usaha sendiri,” katanya.

          Asisten Direktur I Bidang Akademik Akpar Majapahit Hedy W. Saleh menambahkan mahasiswa yang punya sertifikat kompetensi dari lembaga yang berwenang –setelah lulus kuliah—tentunya punya nilai tawar tinggi untuk terjun di industri pariwisata karena kredibilitas lembaga yang menerbitkan sertifikat juga sudah teruji secara nasional.

          Fakta ini tentu saja semakin menambah kepercayaan setiap lulusan Akpar Majapahit untuk bekerja di manapun yang terkait dengan industri pariwisata, mulai restoran, tour & travel, objek wisata, transportasi hingga perhotelan. ”Kami optimistis lulusan Akpar Majapahit mampu bersaing dengan lembaga sejenis dalam mengisi kebutuhan SDM industri pariwisata yang andal dan mumpuni di Tanah Air,” pungkasnya. (ahn)


                                                                  






21 Dosen Akpar Majapahit Dikuliahkan S2



Kerjasama dengan STP Trisakti

          SURABAYA – Untuk memenuhi ketentuan Ditjen Dikti Kemendiknas bahwa dosen yang mengajar mahasiswa Strata satu (S1) harus bergelar akademik minimal S2, maka 21 dosen Akpar Majapahit akan mengikuti pendidikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta.

          Tepatnya pada tanggal 26 September 2013 lalu, 21 dosen Akpar Majapahit mengikuti interview yang digelar tim penguji dari STP Trisakti di Kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Jika dinyatakan lulus, mereka akan bergabung dengan mahasiswa baru (maba) pascasarjana STP Trisakti Tahun Akademik 2013/2014.


          Komitmen untuk menyekolahkan lagi sejumlah dosen Akpar Majapahit ke jenjang lebih tinggi, yakni S2 (pascasarjana), ditunjukkan oleh Ketua Yayasan Prasetya Eka Mandiri Ir Juwono Saroso, yang mengelola Akpar Majapahit.

          Itu disampaikannya usai menyambut tim penguji dari STP Trisakti yang dipimpin oleh Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati SE, MM, Chondro Suryono SE, MM (Pembantu Ketua I Bidang Akademik) dan Dr Santi Palupi Arianti, MM, dosen pascasarjana STP Trisakti.


          Ditemui disela kesibukannya menginterview calon maba, Dr Santi Palupi Arianti mengatakan, kerjasama dengan pihak Akpar Majapahit memungkinkan lembaganya proaktif jemput bola untuk menjaring maba tahun akademik 2013/2014, dengan bantuan beasiswa.

          Ada tiga kategori beasiswa yang ditawarkan pihak STP Trisakti, yakni: (1). Sumber bantuan beasiswa dari Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Ditjen Dikti Kemendiknas. Programnya dikemas dalam bentuk Program Beasiswa Unggulan (PBU).

          Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi di bindang akademik, olahraga, seni dan budaya. Usianya maksimum 30 tahun dengan IPK 3,25. Kemampuan berbahasa Inggris TOEFL minimum 500. Selain itu, calon penerima beasiswa wajib lolos tes potensial akademik (TPA).

          Mahasiswa yang menerima program beasiswa unggulan, cukup menambah biaya Rp 10 juta dari publish rate (all in) kuliah S2 Rp 50 juta.
(2). Mendapatkan beasiswa dari STP Terisakti cukup menambah Rp 25 juta. Tidak dibatasi usia, IPK kurang dari 3,25; lulus tes masuk (TPA), TOEFL 500.
(3). Calon mahasiswa cukup menambah biaya Rp 30 juta, syarat yang lainnya seperti program beasiswa kedua, yakni usia tidak dibatasi, IPK kurang dari 3,25; TOEFL 500, lulus tes masuk (TPA).


          ”Kami mengundang calon mahasiswa baru S2 di mana pun berada untuk mendaftar ke STP Trisakti, karena pendaftaran akan kami tutup pada 6 Oktober ini. Kami hanya menargetkan 100 maba untuk tahun akademik 2013/2014,” terang Dr Santi Palupi.

          Kelak, lulusan STP Trisakti berhak menyandang gelar M.Par (Magister Pariwisata). Pasalnya, sejak 2009 silam, pariwisata diakui sebagai disiplin ilmu, sehingga yayasan (lembaga penyelenggara) yang punya sekolah tinggi pariwisata atau politeknik maupun universitas boleh menyelenggarakan perkuliahan pariwisata sampai program Doktoral (S3) dan lulusannya bergelar PhD. (ahn)





                                                                  






Akpar Majapahit ’Road Show’ ke 11 SMA di Bali

Kenalkan Brand dan Ramaikan Career Day

          SURABAYA – Sambil menyelam minum air. Pepatah ini nampaknya pas untuk menggambarkan kiat dan strategi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit dalam menjaring calon mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014.

          Buktinya, Akpar Majapahit selain proaktif mengikuti gelaran Career Day –sebagai peserta pameran-- yang dihelat SMAK Santo Yosef Denpasar, Bali pada 20-21 September lalu, juga melakukan road show ke 11 SMA Negeri maupun Swasta di Denpasar dan Singaraja selama 10 hari, sampai 28 September 2013.

          Selain mengunjungi SMAK Santo Yosef, tim marketing Akpar Majapahit --yang terdiri dari Anggit Krismahani (marketing merangkap humas Akpar Majapahit), Yeremia Soebandi (marketing support), Nofenbrianti (administrasi) dibantu dua mahasiswa yakni Renny dan Brian-- mengenalkan diri ke SMA Nasional Plus Taman Rama, SMAN 1, SMAN 2, SMAK Saraswati, SMA Tunas Daun, SMA Kristen Harapan (Denpasar), SMAN 1 dan SMAN 2 Singaraja.

          Dalam road show tersebut, tim dari Akpar Majapahit memanfaatkan ajang itu untuk mempromosikan diri berbagai kelebihan lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Eka Prasetya Mandiri, dengan cara presentasi, sebar brosur kepada siswa kelas XII, guru dan berdialog langsung dengan pengunjung (siswa dan orang tuanya) selama meramaikan pameran Career Day di SMAK Santo Yosef Denpasar, Bali.

          Gelaran Career Day, diakui Yeremia Soebandi sebagai salah satu pameran bergengsi yang dihelat sekolah karena pesertanya adalah kalangan perguruan tinggi setingkat akademi hingga universitas, perusahaan swasta dan BUMN.

          Melalui kegiatan seperti itu, pihaknya optimistis bahwa Akpar Majapahit semakin dikenal masyarakat. ”Dalam road show kali pertama di Bali kami tidak terlalu muluk-muluk mematok target dalam menjaring calon mahasiswa baru. Bisa mendapatkan 10-20 mahasiswa baru sudah lumayan,” tambah Anggit Krismahani ketika mendampingi Yeremia Soebandi di ruang kerjanya, Selasa (2/10).

          Yang membuatnya bangga, lanjut Anggit, tidak sedikit siswa dari sekolah yang dikunjungi sudah mengenal keberadaan Akpar majapahit melalui internet, sehingga mereka bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi yang disajikan dalam situs Akpar Mahapahit. (ahn)


                                                                  






22 Anggota BKM Luhur Makmur Belajar Bikin Rainbow Kukus

Gandeng Tristar Culinary Institute

          SURABAYA – Upaya menyukseskan program pemerintah dalam rangka menanggulangi kemiskinan di perkotaan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Luhur Makmur Kelurahan Tenggulunan, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Tristar Culinary Institute (TCI) menggelar pelatihan membuat kue dan memasak.

          Gelaran pelatihan yang diikuti 22 orang (terbagi dalam dua grup @ 11 orang) –merupakan anggota BKM Luhur Makmur-- ini untuk mengisi kegiatan Cooking Class menu Culinary dan Pastry di dapur uji TCI, Jl Raya Jemursari 244 Surabaya.

Materi pelatihannya sendiri meliputi:

(1). Rainbow Kukus (Lapis Rainbow Kukus, Roll Rainbow Kukus dan Bolu Rainbow Kukus).  Tata cara membuat Rainbow Kukus dipraktikkan langsung kepada peserta oleh chef Reni dibantu Fanda, asistennya.

(2). Memasak Tahu Crispy, Crispy Jamur, Kentang Goreng diajarkan chef Ari dengan asisten Rio. Dalam kesempatan itu, Chef Ari juga mengajarkan cara membuat Mayonnaise rasa BBQ, Pizza dan Cheese.

(3). Noodle Making: Dasar membuat Mie Basah, Mie Kering, Mie Sayur, Pangsit Mie lengkap dan Pangsit Goreng renyah diajarkan kepada peserta oleh chef Yanuar dibantu asisten Wahyu.

          Sedangkan materi pelatihan (4). Aneka Bebakaran: Iga Bakar saus BBQ, Ayam Bakar Kecap dan Gurami Bakar Sunda. Untuk pelatihan yang satu ini, peserta didampingi langsung oleh chef Mahmudi dibantu Wahyu sebagai asistennya.

          Antusiasme peserta pelatihan sungguh luar biasa. Mereka nampak bersungguh-sungguh mendengarkan penjelasan chef dan mempraktikkan materi pelatihan seperti yang diajarkan. Apresiasi positif yang ditunjukkan peserta pelatihan menambah semangat pihak instruktur untuk all out membagi ilmunya kepada anggota BKM Luhur Makmur yang jauh-jauh datang dari Kota Pudak (Gresik) ke Surabaya untuk belajar memasak dan bikin kue.

          Koordinator BKM Luhur Makmur Sunaryo, pelatihan memasak dan bikin kue yang diikuti 22 anggota BKM Luhur Makmur ini merupakan bagian dari upaya pengurus BKM Luhur Makmur untuk menanggulangi kemiskinan perkotaan, dengan memberi bekal anggota membuka usaha secara mandiri.

          ”Sebetulnya, dalam surat yang kami ajukan 17 September lalu, peserta yang didaftarkan sebanyak 21, tetapi dalam pelaksanaannya pada 29 September, pesertanya bertambah satu menjadi 22 orang. Mereka antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan yang diagendakan oleh pihak  TCI,” terang Sunaryo didampingi Indah Kusmiyati, Unit Pengelola Sosial (UPS BKM Luhur Makmur.

          Pihak BKM Luhur Makmur optimistis jika diantara peserta yang mengikuti pelatihan di TCI kelak bisa menjadi pengusaha sukses. Untuk saat ini, upaya yang dilakukan BKM Luhur Makmur ini  demi kemaslahatan anggota agar mereka kelak bisa membuka usaha sendiri secara mandiri dan pada gilirannya mereka juga punya kemandirian secara ekonomi.

          ”Nah upaya kami membekali anggota dengan ketrampilan memasak dan membuat kue, diharapkan bisa membawa perubahan dalam hal penanggulangan kemiskinan di perkotaan, khususnya di Kelurahan Tenggulunan, Kec. Kebomas,” ujarnya. (ahn)

  




                                                                  



Kunjungi Peternakan, Komunitas Muslim dan Berburu Kuliner Khas Qinghai


Oleh-oleh Juwono Saroso dari Negeri Tirai Bambu atas Undangan Pemerintah China

          Presdir Tristar Group Ir Juwono Saroso bersama family –Pramono (papa), Koo Sing Han (om) dan kolega bisnisnya dari Palembang Hendrik, Ny. Hendrik dan Brigitta Aisa (anak perempuan Hendrik), memenuhi undangan Pemerintah China untuk melihat dari dekat peternakan dan rumah potong hewan terbesar di Qinghai, provinsi Xining (China Tengah), pada 27-30 Juni 2013 lalu. Berikut kisah perjalanannya dari Negeri Tirai Bambu.

          UNDANGAN istimewa itu dinilai Juwono Saroso sebagai kehormatan karena informasi dari kolega bisnisnya Hendrik, delegasi kecil pebisnis dari Indonesia ini selain akan dipertemukan dengan sejumlah pelaku usaha dari Provinsi Xining, juga diajak melihat langsung denyut kehidupan masyarakat di Provinsi Xining, terutama aktivitas peternak dan RPH di Qinghai, kota di dataran tinggi (ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut) yang berhawa dingin.


          Sesuai run down yang disusun Brigitta Aisa (seperti yang biasa di-handle oleh pebisnis tour & travel), rombongan bertolak dari Surabaya ke Beijing pada Kamis, 27 Juni 2013 pagi. Transit di Kualalumpur dulu memakan waktu berjam-jam –untuk tidak bilang lama, baru pesawat melanjutkan perjalanan ke Beijing dan pesawat mendarat di Bandara Beijing sekitar pukul 01.00 waktu setempat (dini hari).

          Rombongan langsung melanjutkan penerbangan selama tiga jam dari Beijing ke Xining. Sesampai di Xining, Juwono dan rombongan check in  hotel. Istirahat sebentar, siang hingga sore (Jumat, 28 Juni 2013) mengikuti program city tourn yang telah disiapkan Brigitta Aisa sebagai tour leader-nya. Brigitta adalah putri Hendrik yang baru saja menyelesaikan kuliah (diwisuda) di China.

          Dalam city tour di Qinghai (ibukota Xining) tersebut, antara lain mengunjungi masjid terbesar di Qinghai, sekolah Islam (madrasah), pasar tradisional hingga resto yang menyajikan aneka makanan dan minuman berlabel halal yang menjadi ciri khas komunitas muslim di Qinghai. Boleh dikatakan Qinghai merupakan kota bernuansa Islam di China.


 
Add caption

          Ciri khas masjid di Qining mirip bangunan masjid Cheng Ho di Surabaya, Selain kubah masjid juga ada tower seperti pagoda. Komunitas muslim di Qinghai bisa dikenali dari pakaian. Untuk pria ada ciri khas berupa kopiah bulat dan motif renda, sedangkan wanitanya memakai kerudung dengan baju panjang (hijab). Pada padan pakaian muslim di Qinghai merupakan perpaduan budaya China, Asia Tengah dan dunia Arab.

          Perpaduan budaya ini juga tercermin dari interior kamar hotel yang diinapi Juwono dan rombongan. Ini yang mencerminkan kekhasan muslim di Qinghai. Begitu juga keberadaan pasar tradisional yang unik bisa dinikmati saat Juwono dan rombongan mencoba berbelanja dan berinteraksi dengan sejumlah pedagang.

          Di pasar tradisional itu, lapak-lapak pedagang didesain ala sepeda berroda tiga berjajar rapi di kiri kanan jalan. Untuk menghindari sengatan matahari, pedagang melengkapi lapak sepedanya dengan payung berukuran besar, sehingga lebih nyaman kala menjajakan dagangannya. Sedangkan pemilik stan permanan (toko) menata barang dagangannya di etalase maupun ditaruh di dalam kontainer  (dari plastik) secara rapi, sehingga pasar terlihat bersih.

          Komoditas yang ditawarkan, mulai aneka jenis kain, daging segar, sayur dan buah-buahan seperti anggur, apel, buah tho, leci, jeruk, pisang, semangka, timun mas. Juga tersedia aneka rempah-rempah mulai daun teh hijau, polong-polongan (walnut, kacang tanah), kuaci, jagung (zebra), dan sebagainya. Di pasar tradisional itu, Juwono juga menjumpai gilingan batu untuk menghancurkan (menumbuk) biji ginko biloba atau biji-bijian yang lain.

          Malam hari, Juwono dan rombongan mendapat kehormatan dari tuan rumah untuk menikmati dinner VIP khas Qinghai. Di jamuan malam itu, tersedia meja bulat yang bisa muter otomatis untuk menampung 15 orang. Menu yang disajikan  ada 20 macam, semuanya enak dan menggugah selera. Menu yang tersaji antara lain daging panggang (yak) dan domba, martabak ala Qinghai, aneka olahan jamur, scalep kijang (rusa).

          Uniknya, ditengah menikmati hidangan, ada acara minum arak dan diiringi musik tradisional daerah Qinghai (dua penyanyi lokal). Agenda minum arak ini tujuannya untuk penghangat tubuh dan tidak memabukkan karena porsinya per orang maksimum empat sloki.
                           
                           


          Setelah puas melihat komunitas muslim di Qinghai, keesokan harinya, Sabtu (29 Juni 2013) pagi, Juwono dan rombongan dari hotel siap-siap bertolak ke pabrik daging terbesar di Qinghai melihat dari dekat peternakan dan rumah potong hewan di Qinghai. Perjalanan darat dari hotel ke peternakan ditempuh sekitar empat jam.

          Pusat peternakan dan fasilitas RPH di Qinghai yang cukup luas, lengkap dan megah. Di area peternakan itu juga tersedia fasilitas penginapan dengan 30 kamar. Fasilitas berikutnya adalah yak milk bar (minum susu yak sambil melihat yak di padang rumput). Hewan ternak yang dominan adalah jenis sapi bule dan berbulu (yak), domba dan rusa. Lokasi perternakan di Qinghai berada pada ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut (dpl).

          Dengan ketinggian itu wajar jika kandungan oksigen-nya relatif minim. Dengan kondisi lingkungan fisik seperti itu, tak pelak lagi jika selama perjalanan dari hotel ke peternakan yak, rombongan diberi vitamin dan tidak boleh tidur. Jika sampai dilanggar maka tamu terancam akan kehabisan oksigen dan berakibat fatal (meninggal). Dalam perjalanan tersebut Juwono menyempatkan diri mampir di daerah wisata disana & foto memakai baju adat daerah setempat.

          Sesampai di pusat peternakan terbesar di Qinghai, Juwono heran dengan keberadaan sapi bule dan berbulu. Hewan ternak ini memang unik di dunia. Di Qinghai, yak berbiak dengan baik apalagi juga didukung oleh padang rumput yang luas sehingga populasinya tinggi. Selain yak, rombongan juga melihat ternak domba dan rusa yang terlihat gemuk-gemuk dan berbulu tebal.

          Di RPH tersebut, yak diambil daging dan kulitnya, sedangkan domba dimanfaatkan daging dan bulunya (dibikin kain wol). Untuk rusa (kijang), selain diambil dagingnya, juga tanduknya dipanen setahun sekali untuk campuran obat kuat. Tidak hanya itu, darah tanduk rusa satu mangkok kecil dihargai 100 yuan (1 yuan kursnya sekitar Rp 1.700,00).

          Menurut Juwono, jika pengusaha Indonesia berminat impor yak dari Qinghai China, risikonya cukup tinggi dan diperkirakan tidak bisa bertahap hidup kalau dikirim hidup-hidup ke Indonesia yang beriklim tropis, kecuali ada perlakukan khusus.Namun kalau yang didatangkan itu berupa daging beku, maka peluangnya cukup terbuka lebar.

          ”Namun importer daging dari Indonesia tidak perlu patah semangat karena di Provinsi Shandong, ada yak hibrida, yang merupakan sapi varietas unggul. Nah, kemungkinan jenis inilah yang kelak bisa didatangkan dari China untuk memenuhi kebutuhan protein hewani penduduk Indonesia,” terang ketua Yayasan Eka Prasetya Mandiri, pengelola Akademi Praiwisata Majapahit. (*/ahn)