twitter
Tristar Culinary Institute Jakarta
Telp: 021-5380668. Fax: 021-53155652.
HP: 081234506326, 081286358533. PIN BB: 53B4FED8, 2A96E298.
Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-33. Serpong - Tangerang.

Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER
Program Pendidikan Kuliner Diploma 1, D2 dan D3

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari

Jurusan :
Patiseri (Baking & Pastry)

Tata Boga (Kuliner)


Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.


Jln. Raya Jemursari no. 244. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id


*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Info: Kursus Tristar 031-71933131 - 081332004197




Informasi:

*Kursus Tristar Kaliwaron

Jln. Kaliwaron 58-60. Surabaya

Jadwal Kursus Tristar Kaliwaron.

Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Kaliwaron.

Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute

Aneka Mesin & Peralatan Home Industry

Poduct List Tristar Machinery


*Anda ingin membuka Cafe?

Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe

Kursus Minuman Cafe di Tristar Kaliwaron

Pages

Tiga Mahasiswa Akpar Majapahit OJT di Batam




     TIGA mahasiswa semester VI Perhotelan Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit yakni Inge Novindra, Kevin dan Cindra terhitung mulai tanggal 5 Maret mendatang akan mengikuti on the job training (OJT) di Angsana Banyan Tree Hotel & Resort Bintan selama enam bulan. Selama magang di Batam mereka akan ditempatkan di bagian kitchen hotel. 



Inge & Cindra
     Sebelum dipanggil pihak HRD Manager Angsana Banyan Tree Hotel & Resort Bintan, sebetulnya ada lima orang dari Akpar Majapahit yang mendaftarkan diri, tapi setelah diseleksi melalui interview oleh HRD dan Chef hotel tersebut, yang dipanggil hanya tiga orang.

     Dari pihak kampus juga terus men-support mahasiswa yang akan mengfikuti OJT di Batam, terutama dalam hal menyiapkan kelengkapan administrasi mahasiswa seperti yang telah disyaratkan pihak hotel, sehingga pada hari H nanti, ia dan dua temannya cuma menyiapkan tiket dan perlengkapan pribadi sebelum terbang ke Batam.

     Selama OJT, pihaknya menerima fasilitas mess, bus antar jemput, makan, uang saku setiap bulan dan seragam. Bagi Inge, OJT di Batam ini merupakan  tantangan tersendiri meski  sejak jauh hari dia telah mempersiapkan diri dengan kuliah sambil kerja paro waktu di Maja Café dan dipercaya menjadi chef demo Kecap Bango pada gelaran kuliner nusantara.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081233752227 PIN BB: 2A1CE131
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1



     Sambil menunggu pelaksanaan OJT di Batam, sampai saat ini dia aktif di Maja Café bersama Kevin, Kelvin dan Cindra. Kerja paro waktu sambil kuliah di Akpar Majapahit ini tidak lepas dari atensi Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso yang mengapresiasi mahasiswa kuliah sambil bekerja.





      Dengan kerja paro waktu yang telah dilakoni sejak pertengahan 2012 lalu, dirinya harus pandai-pandai membagi waktu. Untungnya, jadwal kuliah lebih banyak pagi dan siang, sehingga selesai kuliah saya bisa kerja di café sampai sore. ”Nah, daripada bengong di tempat kos, ikut kerja paro waktu kan lumayan dapat tambahan uang saku dan uan itu bisa ditabung, buat jajan dan pelesir,” ujar arek Malang ini sambil tersenyum.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081233752227 PIN BB: 2A1CE131
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1



     Tekadnya bekerja sambil kuliah ini ternyata juga mendapat dukungan dari orang tua. Tak salah jika prestasi akademiknya cukup moncer. Bahkan gadis cantik 21 tahun ini pada 2011 lalu masuk kelas akselerasi dan mampu bersaing dengan kakak kelasnya. Kalau pagi hari mengikuti kuliah D1/D2 (kelas profesi  utamanya kitchen), sedangkan siangnya kuliah D3 perhotelan dan sehabis kuliah langsung kerja di café sampai sore, sekitar enam jam kerja.

     ”Namun setelah perkuliahan rampung, dan tinggal menunggu OJT di Batam, fokus kerja di café bisa 100 persen mulai pagi sampai sore selama 10 jam kerja. Hal ini yang membuat kami dan teman-teman semakin siap mengikuti OJT di Angsana Banyan Tree Hotel & Resort Bintan, Mei mendatang,” tuturnya.

     Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso menambahkan, pihaknya siap menampung dan menyalurkan hasrat mahasiswa ingin bekerja paro waktu, yakni kuliah sambil bekerja. ”Ini kami lakukan karena kami ingin menepis mitos kalau kuliah sambil bekerja prestasi anak malah jeblok. Ini tidak benar, malah sebaliknya mahasiswa semakin dewasa dalam menyikapi tekanan bagaimana mereka bisa membagi waktu kuliah dan bekerja dengan cerdas,” ujarnya. (ahn)




Akpar Majapahit Meriahkan Edu Fun Festival 2013

Sambut Perayaan Imlek dan Valentine Day

Styrofoam Berbentuk Naga Air


     AKADEMI Pariwisata (Akpar) Majapahit terus melakukan penetrasi pasar dengan meramaikan ajang Edu Fun Festival 2013 yang digelar Jawa Pos di Convention Hall Tunjungan Plaza (TP) III Surabaya 7-10 Februari 2013. 
Stand Akpar Majapahit di Tunjungan Plaza

     Dalam gelaran Edu Fun Festival 2013, Akpar Majapahit memborong tiga stan (booth) sekaligus yang selanjutnya stan tersebut dihias dengan pernak-pernik bernuasa Imlek. Keikutsertaan Akpar Majapahit dalam ajang promo tersebut, selain untuk mengedukasi masyarakat terhadap keberadaan Akpar Majapahit (di bawah Tristar Group), juga untuk memasarkan produk-produk karya mahasiswa seperti minicake, popcake, pudding, dim sum, chicken crunchiroll, dan lain-lain.

Stand Kids Fun Cooking

Peserta Kids Fun Cooking & Mahasiswa Akpar Majapahit


     Di sela kegiatan utama mengikuti pameran, stan Akpar Majapahit juga membuka acara bertajuk Kid’s Fun Cooking . Kelas kecil ini diikuti sekitar 75-80 anak berusia 4-13 tahun. Sambutannya sungguh luar biasa sehingga panitia sampai kewalahan melihat antusiasme anak-anak belajar memasak dan menghias kue.

Hasil Karya Mahasiswa Kuliner
Hasil Karya Mahasiswa Pastri
     Dalam ajang Edu Fun Festival 2013 teersebut, Akpar Majapahit juga memamerkan karya mahasiswa yang menjadi juara dalam lomba internal antarmahasiswa Akpar Majapahit yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari lalu atau sepekan sebelum Edu Fun Festival 2013 digelar dan menyampilkan cooking demo (demo masak) oleh mahasiswa.


Mahasiswa Pastri
Mahasiswa Pastri
     Sebelum karya mahasiswa Akpar Majapahit ditampilkan di ajang Edu Fun Festival 2013, pihak kampus membentuk kepanitiaan dalam lomba internal antarmahasiswa bertajuk Imlek and Valentine Day Food Competition yang diketuai Yudha Agustian dan wakilnya Mickey. Keduanya adalah asisten dosen Akpar Majapahit.

     Menurut Mickey. dalam lomba culinary antar mahasiswa ini fokus tema utamanya adalah yang bernuansa imlek, sedangkan untuk lomba pastry lebih dititik beratkan pada suasana valentine. Lomba itu sendiri hanya berlangsung sehari.

Mahasiswa Kuliner
     Guna meramaikan Imlek Food Competition, panitia menjaring sebelas kelompok mahasiswa @ dua orang  perkelompok sebagai pesertanya, sedangkan yang mengikuti Valentine Food Competition, pihak panitia berhasil menghimpun enam kelompok  @ dua orang perkelompoknya.




     ”Untuk lomba Imlek Food Competition kami menyediakan tempat di laboratorium culinary, sedangkan lomba Valentine Food Competition tempatnya di lab pastry kampus Akpar Majapahit Gedung Grha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya. Sementara itu tujuan lomba antarmahasiswa ini kami tekankan untuk melatih semangat mahasiswa berkompetisi secara sehat dan adu kreativitas antarmahasiswa yang menjadi peserta lomba,” terangnya.

     Untuk Imlek Food Competition, peserta diharuskan memasak dengan tema Unique Chinese New Year Food. Beragam masakan mereka kreasikan, tentunya juga dengan beragam filosofi. Sehingga, kreasi masakan yang mereka buat tidak hanya bisa dinikmati tetapi juga bermakna.

Peserta Valentine Food Competition
Foto Bersama Mahasiswa Akpar
     Semua peserta menunjukkan inovasinya membuat masakan untuk Imlek, dengan bahan-bahan yang beragam dan tentunya bernuansa khas imlek seperti mi panjang umur, udang keriting, kakap, kepiting, buah naga, gurami merah, ayam dan beraneka macam sayuran. Masakan yang disiapkan dan diolah peserta menunjukkan kemeriahan imlek.

     Tak kalah serunya dengan peserta Imlek Food Competition, peserta Valentine Food Competition pun  beradu kreasi. Mereka wajib membuat kue bertema Sweet Pattiserie Love Competition. Keenam kelompok mahasiswa pattiserie ini menyulap cake mereka menjadi cake dengan cerita-cerita romantic yang menandakan Hari Kasih Sayang.

     Seperti pasangan Novie dan Faramita, mereka membuat cake berjudul Cheery Blossom of Love atau bunga sakura yang mekar di musim semi. Di atas coklat cake yang mereka buat bertabur bunga sakura dan sepasang kekasih yang sedang menyatakan cinta serta sepucuk surat yang diberikan sang lelaki kepada kekasih pujaan hatinya.

Demo Mahasiswa Kuliner Akpar Majapahit Di Tunjungan Plaza
Foto Bersama Pemenang Lomba Kuliner 
     Berbeda dengan kreasi Novie dan Faramita, pasangan Endah dan Ayu yang baru sebulan menjadi mahasiswa Akpar Majapahit, memamerkan hasil kreasinya berupa kue romantis berjudul The Secret of Hidden Geteau. Kreasi orisinil para peserta ini mendapat apresiasi dari anggota dewan juri karena semuanya menarik dan layak masuk nominasi.

    Oleh karena itu, menurut Asisten Direktur I Bidang Pendidikan Akpar Majapahit Mafhucha Dipl Hot, SE, MPar, untuk menjaga profesionalisme dalam penjurian, pihak panitia mengundang Dra Renny R. Wahjoedi, Direktur Eksekutif  Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Nasional (LSPPN) Jatim, Merlyn Maria (Jawa Pos) dan Yousi Hartanti dari SBO TV.

Demo Mahasiswa Kuliner Akpar Majapahit Di Tunjungan Plaza
     Salah satu tolak ukur penilaian juri selain aspek orisinilitas kreasi peserta, mereka juga harus pandai membagi waktu. Tak pelak jika jelang waktu hampir habis, tampak ketegangan di wajah para peserta. Untuk Imlek Food Cempetition, peserta hanya diberi kesempatan memasak selama 90 menit. Sementara untuk Valentine Food Competition, peserta diberi waktu menyelesaikan masakannya selama 120 menit.


     Dari hasil keputusan dewan juri, pemenang Imlek Food Competition jatuh pada peserta Roland Nata dan Fara dengan judul masakan Devil Meat Trap in Dragon sebagai juara pertama dan pasangan Oktavia-Sri Maryani dengan judul Nano-Nano Vulcano sebagai juara kedua. Pemenang pertama dan kedua masing-masing berhak menerima uang tunai masing-masing Rp 400 ribu dan Rp 200 ribu plus sertifikat dari panitia.

Foto Bersama Pemenang Lomba Pastri

Foto Bersama Para Peserta & Juri di Graha Tristar
Foto Bersama Mahasiswa Akpar
     Sementara itu pemenang Valentine Food Competition disabet Endah Wardiani dan Ayu Anggraini dengan judul masakan The Secret of Hidden Geteau sebagai juara pertama, dan pasangan Faramita Utami Bunai dan Novie Liandy yang membuat masakan Cheery Blossom of Love meraih juara kedua. Seperti pemenang Imlek Food Competition, hadiah juara satu Valentine Food Competition berupa uang tunai Rp 400 ribu plus sertifikat dan juara dua berhak menerima uang tunai Rp 200 ribu plus sertifikat dari panitia. Selamat untuk kalian semua, kembangkan terus kreasi Anda.  (*/ahn)









Akpar Majapahit Ramaikan Edu Fair 2013

Road Show ke Beberapa Kota di Jatim


     MEMASUKI tahun akademi baru 2013/2014, lembaga pendidikan tinggi negeri maupun swasta mulai ancang-ancang membuka pendaftaran baru. Ini juga dilakukan Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit demi menjaring calon mahasiswa baru sebanyak-banyaknya.

   Sejak awal Januari 2013, Akpar Majapahit getol mengikuti berbagai pamerang pendidikan di Surabaya maupun luar kota di Jatim, untuk mengenalkan lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Eka Prasetya Mandiri ini kepada masyarakat.

Mahasiswa Perhotelan dan Pastri Saat Edu Fair


     Akpar Majapahit meramaikan Edu Fair 2013 yang digagas Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Negeri dan Swasta se-Provinsi Jatim, melakukan gelaran Edu Fair 2013 di beberapa kota besar di Jatim. Gelaran pertama dilaksanakan Gedung Koperasi Wanita Kartika Candra Pandaan pada 26 Januari 2013.



     Road show Edu Fair 2013 berikutnya dihelat di Islamic Center Kompleks Perumahan Bojonegoro Jl Panglima Polim Bojonegoro pada 30 Januari 2013. Selanjutnya, tim marketing Akpar Majapahit kembali hadir sekaligus turut meramaikan Edu Fair 2013 di Banyuwangi, yang diselenggarakan di Gedung Wanita Paramita Kencana pada 6 Februari 2013.

Bupati Situbondo Dan Bu Anggit (Staf Akpar Majapahit)
Acara Pembukaan Oleh Bupati Situbondo

     Sehari setelah gelaran Edu Fair 2013 di Banyuwangi berjalan sukses, tim marketing Akpar Majapahit mengikuti gelaran Edu Fair 2013 di GOR Situbondo Jl Panglima Sudirman. Pemeran pendidikan yang dibuka resmi oleh Bupati Situbondo itu berlangsung meriah dan mendapat atensi luas dari masyarakat setempat.

     Setelah itu, Akpar Majapahit juga ikut menyemarakkan Edu Fair 2013 di Pamekasan Madura. Pameran pendidikan di Pulau Garam yang dilaksanakan pada 20 Februari 2013 itu mengambil tempat di Gedung Islamic Center Jl Trunojoyo, Pamekasan.

     Menurut Humas & Marketing Akpar Majapahit Anggit Krismahani, keterlibatan Akpar Majapahit dalam ajang Edu Fair 2013 yang diprakarsai MGBK SMA Negeri dan Swasta se-Provinsi Jatim antara lain bertujuan untuk mengedukasi orang tua (wali murid) dan calon mahasiswa baru tentang keberadaan dan keunggulan program studi Akpar Majapahit.




    Kedua, pihaknya ingin menjaring calon mahasiswa baru (maba) tahun akademi 2013/2014 sebanyak-banyaknya. Pasalnya, dalam setiap event pameran di kota-kota tersebut, pihaknya mematok target bisa menjaring 10 calon maba. ”Dalam gelaran yang telah kami ikuti, respons masyarakat luar biasa. Selain mengunjungi booth (stan) Akpar Majapahit untuk mencari tahu, mereka juga bebas mendapatkan brosur atau buka website kampus Akpar Majapahit,” terang Anggit Krismahani.

     Dan yang tak kalah pentingnya adalah, bagi calon maba keikutsertaan Akpar Majapahit dalam Edu Fair 2013 bisa membuka peluang bagi calon maba untuk memperdalam pendidikan kuliner, perhotelan dan pariwisata dilembaga yang telah mengantongi ijin dari Dikti Kemendiknas No. 4537/D/T/2008 tersebut.

     Sekadar informasi, tim dari Akpar Majapahit yang terlibat dalam road show Edu Fair 2013 adalah Anggit Krismahani, Cicilia, mahasiswa jurusan perhotelan dan pariwisata serta didukung staf bagian umum yang menyiapkan partisi pameran dan kendaraan. (*/ahn)