twitter
Tristar Culinary Institute Jakarta
Telp: 021-5380668. Fax: 021-53155652.
HP: 081234506326, 081286358533. PIN BB: 53B4FED8, 2A96E298.
Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-33. Serpong - Tangerang.

Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER
Program Pendidikan Kuliner Diploma 1, D2 dan D3

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari

Jurusan :
Patiseri (Baking & Pastry)

Tata Boga (Kuliner)


Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.


Jln. Raya Jemursari no. 244. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id


*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Info: Kursus Tristar 031-71933131 - 081332004197




Informasi:

*Kursus Tristar Kaliwaron

Jln. Kaliwaron 58-60. Surabaya

Jadwal Kursus Tristar Kaliwaron.

Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Kaliwaron.

Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute

Aneka Mesin & Peralatan Home Industry

Poduct List Tristar Machinery


*Anda ingin membuka Cafe?

Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe

Kursus Minuman Cafe di Tristar Kaliwaron

Pages

Sekolah Kuliner dengan Gelar S1 di Jakarta


Dari Jurusan Kuliner (Part-2)
Di jurusan ini para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan yang bertemakan hidangan nusantara (Indonesia) dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese bertemakan bumbu Szechuan dengan berbagai olahan. 


Tongseng Kambing Solo
Ø  Tongseng Kambing Solo (Kreasi: Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti)
Menyebut sajian masakan Tongseng, yang terkenal adalah makanan khas daerah Solo. Tongseng adalah sejenis gulai dengan citarasa bumbu yang lebih pekat. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol. Untuk bumbu tumis yang digunakan terdiri dari campuran bawang putih, kecap, dan merica. Biasanya tongseng disajikan bersamaan dengan sate kambing.
Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti

Kreativitas Mahasiswa S1 Culinary Business - Tristar BSD Serpong


Dari Hasil Kreasi Ujian Praktik Mahasiswa
‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang


Kegiatan studi mahasiswa di kampus selain kuliah teori, juga ada praktik. Dan diakhir masa perkuliahan, para mahasiswa ini diuji kemampuannya dalam bentuk ujian praktik. Seperti yang telah dilakukan para mahasiswa jurusan Culinary dan juga jurusan Pastry yang ada di kampus ‘Tristar Institute’ bertempat di Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang.




Kreatif dan penuh inovatif. Itu yang diterapkan oleh para mahasiswa diujian membuat kreasi cake untuk jurusan Pastry dan aneka masakan Indonesia & Chinese bagi jurusan Culinary. Kegiatan ini dilakukan 2 gelombang  selama 2 hari dan dilakukan mahasiswa secara berkelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 2 – 3 mahasiswa. Dengan waktu selama 3 jam, mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan hingga penyajian. Berikut beberapa hasil kreasi mahasiswa yang cukup menarik untuk disimak :

Culinary Project - Program Wira Usaha Mahasiswa S1 Culinary Business


Paket Kukis Special Natal ada Di “Joyalicious”

Membidik peluang usaha dengan menawarkan beragam kukis memang bukanlah bidang usaha baru. Tidak ingin kalah dengan produk kukis lain yang sudah dulu muncul, para mahasiswa dibawah bendera Tristar Institute mencoba berwirausaha diluar jam kuliah. Dengan brand ‘Joyalicious’ mahasiswa ini menyuguhkan aneka kukis tempo doeloe. Meski usaha kukis sudah menjamur dimana-mana, bagi para mahasiswa memperkenalkan kukis homemade nan lezat haruslah bisa tampil beda.

Team Joyalicious

Ujian Mahasiswa Culinary Business - Tristar Jakarta


Dari ‘Tristar Institute’ Serpong - Tangerang

Ujian Teori dan Praktik


 Kegiatan studi mahasiswa di kampus dapat dilakukan dalam bentuk kuliah teori dan praktik. Perkuliahan teori bertujuan untuk mengkaji dan mengupayakan penguasaan mahasiswa atas teori dan konsep yang berkaitan dengan bidang studi yang ditempuh. Sedangkan, perkuliahan praktik bertujuan untuk mengaplikasikan teori dalam kondisi dan waktu terbatas. Seperti yang telah dilakukan para mahasiswa jurusan Culinary dan juga jurusan Pastry yang ada di kampus ‘Tristar Institute’ bertempat di Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang.

Di setiap akhir masa perkuliahan, para mahasiswa pasti akan diuji kemampuannya dalam mempelajari berbagai materi yang telah diajarkan. Untuk itu, sebelum menuju perkuliahan triwulan selanjutnya maka mahasiswa Tristar Institute diwajibkan untuk mengikuti ujian teori akhir triwulan yang dilaksakan selama 1 hari dengan waktu selama 3 jam. Tak kurang dari 30 orang mahasiswa dari 2 jurusan (Culinary & Pastry) mengikuti ujian teori ini

Sekolah Tataboga - Chef Academy




Tingkatkan Skill, Mahasiswa Akpar Majapahit Ujian Praktik Culinary dan Pastry

UNTUK meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam pembelajaran teori maupun praktik, setiap kampus mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya dari segi skill. Maka dari itu, kemarin (23/6) Akpar Majapahit (khusus Culinary & Pastry) melaksanakan ujian praktikum yang berjalan selama empat hari dan berakhir pada Kamis (26/6).



Ujian untuk kelas pagi yang dimulai pukul 08.30 – 11.30 WIB, sedangkan kelas siang dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB di kampus Akpar Majapahit. Dengan adanya ujian praktikum seperti ini, jelaskan memotivasi mahasiswa untuk bisa lebih rajin dalam membuat produk yang enak dan nikmat, bisa me-manage waktu dan mendisiplinkan mereka untuk nantinya pada saat magang akan terbiasa pada saat belajar di kampus.

Kue Capres - Akpar Majapahit

Untuk Pemilu Damai,
Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.



Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.

Mata Kuliah Teknologi Pangan


Sekolah Patiseri Lanjutan
Belajar Produksi dan Pengemasan Industri Pangan


Belajar teknologi pangan (Food Technology), siapa takut? Ilmu pangan ini mempelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Aplikasinya beragam, diantaranya, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, penyimpanan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.

Chef Sarwan Sambangi Akpar Majapahit



 Puji Fasilitas Praktik Mahawiswa


          UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit—mendongkrak kualitas belajar mengajar di lembaga perguruan tinggi swasta itu tidak tanggung-tanggung. Setelah menghadirkan tim assessor dari Badan Akreditasi  Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), pada akhir bulan Maret 2014, sekarang giliran Chef Sarwan, atau biasa dipanggil Chef Katrok alias Chef Ndeso, dihadirkan di Akpar Majapahit pada 26-27 Maret 2014.

          Chef Sarwan , yang merupakan salah satu kontestan Master Chef I memberi pujian terhadap fasilitas perkuliahan dan ruang praktik mahasiswa, setelah selama dua hari melihat langsung kegiatan belajar mengajar di kampus Akpar Majapahit di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya tersebut.

           “Kampus Akpar Majapahit cukup mewah. Fasilitasnya pun terbilang lengkap untuk ukuran lembaga pendidikan Diploma III yang baru seumur jagung,” katnya memberi kesan tentang Akpar Majapahit.

          Chef Sarwan juga kagum melihat hasil karya mahasiswa. Jika awalnya mahasiswa baru rata-rata nol pengalaman. Kalau toh ada mahasiswa yang tahu, baru sebatas pegang pisau dan mengenal bumbu dasar, sekarang mereka sudah piawai menyajikan aneka menu masakan.

          Kepiawaian mahasiswa ini tidak lepas dari sistem pengajaran yang ditawarkan oleh pihak Akpar Majapahit. Karena itu, ia juga memuji sistem pengajaran yang setiap hari praktik. “Kalau sistem pengajaran itu lebih banyak praktiknya, maka mahasiswa punya lebih banyak kesempatan untuk meng-create teori yang diajarkan dosen di bangku kuliah,” ujar Chef Sarwan, yang memulai kariernya sebagai Office Boy (OB) salah satu perusahaan di Surabaya.



          Chef yang berpenampilan sederhana dan suka mbanyol ini merupakan salah satu chef yang disuka mahasiswa Akpar Mahasiswa. Namun dalam hal keilmuan di bidang yang dikuasainya, Chef Sarwan –yang saat ini menjadi konsultan di dapur-dapur hotel berbintang dan restoran di beberapa kota besar di Indonesia—itu dikenal tegas dalam memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif kepada mahasiswa, terutama terhadap hasil karya mahasiswa.

          Tak salah jika ketegasan Chef Sarwan itu akhirnya berbuah manis, karena setelah berinteraksi dengan mahasiswa selama dua hari itu dia menilai hasil ujian praktik culinary dan pastry mahasiswa Akpar Majapahit sesuai harapan. Ujian praktik massal mahasiswa program studi perhotelan spesialisasi food & beverage product (F&B), rata-rata mendapat nilai B+.

          Dalam kesempatan itu, Chef Sarwan juga berbagi ilmu dengan mahasiswa terkait ujian praktik Mistery Box. Mistery Box adalah bahan mentah masakan yang siap diolah menjadi aneka jenis masakan (sesuai kemampuan mahasiswa mengkreasi bahan mentah masakan yang diujikan).

          Kahumas Akpar Majapahit, Hendrik Adrianus Sugirno mengatakan, kehadiran Chef Sarwan ke Kampus Akpar Majapahit akhir Maret lalu tidak di-setting dengan agenda kedatangan tim assessor BAN-PT yang melakukan akreditasi dua program studi Akpar Majapahit yakni Perhotelan dan Pariwisata.

          Sekadar informasi, ujian praktik massal mahasiswa dibatasi waktunya antara 45-60 menit. Ujian tersebut mengambil tempat di laboratorium culinary dan pastry. Tim dosen penguji untuk pastry adalah Otje Wibowo S, Renny Savitri, Mickey Gunawan dan beberapa asisten dosen, sedangkan tim dosen penguji culinary adalah Yanuar Kadaryanto, Ari Purwantoro, Rizki Setiawan dan beberapa asisten dosen. (ahn)


Akpar Majapahit Akreditasi B - Jurusan Perhotelan & Usaha Perjalanan Wisata

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

          UPAYA Yayasan Prasetya Eka Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.


          Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

           Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.


          Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.


          Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


           “Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

          Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

          Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

          Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

          Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

          Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.


          Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

          Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.


          Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

           “Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

          Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).


           “Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.



          Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)









Studi Tour Mahasiswa Akpar Majapahit ke Thailand


Pulang dari Thailand, Dapat Ilmu ’Culinary, Hospitality & Tourism’



Sebanyak 53 mahasiswa jurusan Perhotelan dan Pariwisata Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit didampingi Yanuar Kadaryanto dan Mickey Gunawan (Dosen Akpar Majapahit) danSuwono, kru divisi Multimedia Matoa Holding, mengikutiacara Study Tour to Bangkok, selama empat hari tiga malam, mulai 11 -14 Maret 2014.


Kegiatan itu merupakan salah satu agenda yang hukumnya wajib diikuti oleh setiap mahasiswa semester enam jurusan Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit. Pasalnya salah satu tugas akhir (TA) adalah membuat laporan tertulis kegiatan study tour tersebut.

Seperti disampaikan Dosen Akpar Majapahit Yanuar Kadaryanto, jika 2013 lalu, orientasi kegiatan study tour keluar negeri adalah mengunjungi Singapura, namun dalam study tour tahun ini giliran Thailand yang dikunjungi mahasiswa  Akpar Majapahit. Secara umum, study tour itu bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Negara lain dan mengenalkan objek-objek wisata unggulan di Thailand kepada mahasiswa.



Selain menikmati keindahan objek-objek wisata yang eksotis di Bangkok dan Pattaya seperti city tour Bangkok melihat keunikan Wat Arun, pusat perhiasan GEM Gallery, Sleeping Buddha, juga mampir ke peternakan lebah Bee Farm, kebun bunga Noong Noch hingga Banci Show di Pattaya, mahasiswa juga melakukan studi banding dengan sekolah culinary asal negeri Prancis yang membuka cabang di Bangkok, yakni  Le Cordon Blue.

“”Selama di Thailand, kami selain menikmati objek wisata di Bangkok dan Pattaya, juga mengajak mahasiswa melihat dari dekat kelebihan sekolah perhotelan Le Cordon Blue yang berpusat di Prancis dan membuka cabang di Bangkok,” terang Yanuar sekembalinya dari Thailand, kemarin.

Dalam studi banding itu pihaknya melihat ruang kelas, kitchen, materi kuliah dan fasilitas pendukung yang lainnya.Kedatangan mahasiswa Akpar Majapahit ke kampus Le Cordon Blue itu untuk melihat dari dekat berbagai keunggulan lembaga pendidikan tersebut.

Rombongan mahasiswa dan dosen Akpar Majapahit ini terbang langsung dari Surabaya tujuan Bangkok dengan maskapai Air Asia. Mereka  di-handle oleh Matoa Tour & Travel. Selama di Bangkok dan Pattaya, anggota rombongan ditemani oleh seorang guide Mr Syarif, pria muslim asli Thailand yang pernah tinggal di Tulungagung dan kuliah di Universitas Brawijaya.


Di mata Nugroho Hani Sasongko, mahasiswa D3 Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit, study tour ke mancanegara merupakan sesuatu yang amazing. Dengan membayar biaya paket tour Rp 3.950.000,00 (hampir Rp 4 juta) yang telah dibayar mahasiswa pada kuliah semester lima dan enam, sudah termasuk study tour ini.

Dengan biaya sebesar itu, peserta menikmati objek-objek wisata nan eksotis di negeri Gajah Putih – kecuali melihat atraksi Banci Show di Pattaya yang harus merogoh kocek sendiri sebesar 700 bath—dan menginap di di hotel berbintang. Dan, yang tak kalah hebohnya, peserta bebas menikmati aneka sajian kuliner khas Thailand, yang belakangan mulai merambah Surabaya.

Selama di Thailand, ia melihat sendiri bagaimana keramahan orang Thailand terhadap wisatawan yang datang. Selain itu, dia juga salut terhadap cara pihak Thailand mengemas objek-objek wisata sehingga memikat para turis untuk betah berlama-lama menikmati sisik melik keindahan dan keunikan budaya masyarakat Thailand.

Dari sisi kulinernya, Nugroho tidak sepenuhnya cocok dengan masakan Thailand. Bagi dirinya, ada beberapa menu yang tidak bisa diterima lidahnya, seperti sayur tom yang, karena terlalu kuat aroma daun ketumbar.”Ini saya kurang cocok.Solusinya, biar perut saya   tidak keroncongan, akhirnya saya mesti pilah dan pilih menu yang cocok dengan lidah seperti ikan bumbu asam manis, dadar telur,” ujarnya terus terang.

Dari sekian objek yang dikunjungi, Nugroho mengaku sangat terkesan dengan kebersihan Pantai Pattaya yang tidak berbeda jauh dengan Pantai Kuta di Bali..Pantainya bersih, jalan-jalannya mulus dan di kiri-kanan banyak kafe dan resto, souvenir shop, hotel dan  penginapan berkelas.


Senada dengan Nugroho, Alvan Alvianus, juga Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit juga mengacungkan dua jempol terhadap kegiatan study tour ke Thailand yang baru saja diikutinya. ”Objek wisata yang dikemas pihak tour leader betul-betul asyik, menyenangkan dan tempatnya keren-keren. Pokoknya amazing-lah,” kata mahasiswa berkacamata minus ini memuji.

Ia mengaku senang karena semua makanan yang disajikan  rata-rata enak, seperti Tom Yang, Mangga Ketan hingga makanan ekstrem (extreme food) yakni kodok dibumbui saos, serangga goreng dan ulat dikasih saos.

Pemandangan alamnya juga keren dan akses jalan menuju objek wisata rata-rata mulus dan bersih.Ini patut ditiru oleh pemangku kepentingan dalam industry pariwisata di Jatim umumnya dan Surabaya pada khususnya.

Beberapa objekwisata yang membuat dirinya sangat berkesan, yakni Wat Arun.Candi Buddha dengan tinggi menjulang itu coba didakinya sampai puncak, ”Waduh pas turunnya lumayan susah banget dansaya harus ekstra hati-hati (untuk tidak bilang takut),” tutur Alvan sambil tersenyum.

Berbeda dengan Nugroho dan Alvan, Dhea Coryna, juga mahasiswa D3 Akpar Majapahit yang mengikuti kegiatan itu, berujar, dirinya lebih sreg dengan acara studi banding di Kampus Le Cordon Blue. Sekolah kuliner yang berpusat di Paris dan membuka cabang di Bangkok itu betul-betul mencerminkan sekolah kuliner yang berkelas.

Hampir seluruh ruang kelas di kampus Le Cordon Blue rata-rata bersih, layaknya hotel berbintang. Kitchen dan teknis penyajian masakannya mengedepankan aspek higienis.Aspek higienis itu yang dijaga betul oleh pihak pengelola sekolah.

Dari aspek perkuliahan, dirinya juga terkesan karena teori dan praktik yang diajarkan oleh chef (dosen), bisa langsung dipraktikkan di laboratorium (kitchen).Satu hal lagi yang membuatnya terkesan adalah fasilitas di lab multimedia. ”Wah, lab multimedianya betul-betul bagus dan super lengkap,” ujar Dhea seraya menambahkan bahwa perkuliahan di Le Cordon Blue menggunakan bahasa Inggris termasuk petugas resepsionisnya.


Menyinggung soal biaya kuliah D4 di Le Cordon Blue, Dhea mengakui cukup fantastis. ”Untuk tiga bulan pertama dikenai 210.000 bath atau setara Rp 77,3 juta. Jadi kalau sembilan bulan, mahasiswa harus bayar sekitar Rp 210 juta. Wooo…, biaya sebesar itu saya kira sebanding dengan kualitas dan nama besar Le Cordon Blue,” pungkas gadis cantik ini mencoba membandingkan dengan biaya kuliah di tempatnya belajar sekarang. (ahn).


 S1 International Culinary Bussiness @West Campus Surabaya

Sekolah Masak - Pendidilan Tataboga - Akademi Kuliner & Perhotelan - Sekolah Kuliner Pencetak Chef - Belajar Bisnis Kuliner - Wira Usaha Tataboga
Belajar Mendirikan Usaha Cafe - Resto - Pujasera

Hal ini juga diamini Conny Dharmanaputra.

9 Taruna Dalami Perwismaan dan Table Manner

Latihan Praktek Taruna AAL di Kampus Akpar Majapahit



          ADA pemandangan menarik di kampus Akpar Majapahit pada awal Maret 2014 lalu, pasalnya kampus yang berlokasi di Jl Jemursari 244 Surabaya itu kedatangan tamu istimewa sembilan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang  mengikuti latihan praktek (latek) selama empat hari, mulai 3-6 Maret 2014.


          Taruna AAL tersebut berasal dari Korp Suplai Angkatan 61 yang mengikuti latihan praktek Perwismaan (Perhotelan) dan Table Manner dengan dipandu oleh dosen Akpar Majapahit chef R Bagus Handoko Y, S.Pd  dan chef Mickey Gunawan.

          Chef Bagus yang juga menjadi dosen Perwismaan dan Ilmu Gizi AAL, memberi materi kuliah tentang tata cara (tata hidang) internasional baik makanan, minuman serta ilmu gizi. Selain itu, sembilan taruna yang ikut latek juga dibekali dengan pengetahuan tentang chanoyu yakni tata cara minum teh adat Jepang.

          Pada latek hari pertama, materi pelatihan dari chef Bagus berupa pengenalan masakan Indonesia, bumbu dasar (putih), bumbu merah (rendang), bumbu oranye (gudeg), dan bumbu kuning (soto ayam).

          Pada hari kedua, chef Bagus kembali sharing pengalaman kepada taruna tentang pengenalan pengolahan masakan China (Chinese Food) yang mengajarkan saos dasar tumis (cap jae, sup jagung ayam), saos dasar inggris (saos inggris) dan saos dasar asam manis (angsio hi dan angsio hibien).

          Latek hari ketiga, chef Mickey Gunawan mengajarkan sekaligus mengenalkan American Pizza dan Italia Pizza kepada taruna, sedangkan pada hari keempat, chef Bagus kembali mendampingi para taruna untuk mengenalkan tata cara minum teh sesuai adat Jepang (chanoyu).

          Untuk itu, pihaknya mengundang mahasiswa Fakultas Sastra Jepang Unitomo dan konsultan dari Konjen Jepang di Surabaya sebagai bintang tamu. Mereka tampil bareng taruna untuk mempraktekkan langsung bagaimana chanoyu disajikan. Kehadiran mahasiswa dari Unitomo dan perwakilan dari Konjen Jepang (native speaker) di Surabaya ini merupakan hasil kerjasama yang dirintis sejak 2013 silam.

          Chef R Bagus Handoko yang merupakan dosen utama di AAL --berdasarkan Surat Perintah Gubernur AAL Nomor: Sprin/203/II/2014—itu juga mendampingi para taruna dalam mempraktekkan Table Manner Internasional (American Service) di Hotel Sahid pada Senin (10/3/2014). Kegiatan itu juga dihadiri pejabat teras AAL dan latek yang terakhir ditutup dengan praktek table manner local (Indonesia Service) di kampus ALL, Bumimoro Surabaya pada Selasa (11/3/2014) yang diikuti taruna, pejabat teras, perwira dari Korps Suplai dan para dosen dari AAL.


          Ditemui di sela pelatihan, Mayor Laut (S/W) Endang Sri Astuti dari AAL Bumimoro Surabaya mengatakan, sembilan taruna AAL yang mengikuti latek Perwismaan dan Table Manner itu merupakan anggota Korps Suplai Angkatan 61 dari 89 taruna yang masuk pendidikan pada Tahun Akademik 2012/2013. Mereka yang mengikuti kegiatan ini sekarang menjadi taruna tingkat dua.


          ”Di AAL sampai saat ini memiliki lima jurusan (korps), yakni pelaut, teknik, elektro, suplai dan marinir (disingkat PTESM). Latek ini wajib diikuti taruna dari Korps Suplai sebagai tugas akhir mata Perwismaan dan Ilmu Gizi yang berbobot dua SKS (32 jam pertemuan),” terang Endang di dampingi Mayor Laut (S/W) Marine, staf Korps Suplai AAL di kampus Akpar Majapahit. (ahn)




Akpar Majapahit Tebarkan ”Cinta Kasih” di KBS



Semarak Peringati Valentine Day, 14 Februari 2014

          ADA yang istimewa pada peringatan Valentine Day di Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit, 14 Februari 2014. Jika biasanya kegiatan dipusatkan di kampus, kali ini segenap jajaran Akpar Majapahit baik owner, dosen dan asisten dosen, karyawan dan mahasiswa turun gunung untuk mengekspresikan makna cinta kasih pada peringatan Valentine Day.


          Hakikat cinta kasih itu diwujudkan Akpar Majapahit  dengan mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Warga Surabaya umumnya sudah tahu bagaimana berita KBS  –yang juga disebut Surabaya Zoo— akhir-akhir ini yang cukup memprihatinkan, seperti satwa banyak yang sakit bahkan mati karena dimakan usia dan penyakit.

          Nah, sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi yang fokus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kuliner, pastry, perhotelan dan tour & travel ini, maka perayaan Valentine Day kali ini dipusatkan di KBS. 

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Selain membagikan bunga kepada pengurus KBS, karyawan, zoo keeper (penjaga kandang) dan pengunjung KBS, 21 orang dari perwakilan Akpar Majaphit, termasuk owner Ir Yuwono Saroso dan istrinya Evi Muliasari, sejak H-1 ramai-ramai menyiapkan kue tart berukuran jumbo, cup cake dan pakan satwa seperti mentimun, wortel, jagung, dan aneka sayuran yang lainnya.Untuk membuat dan menghias kue tart dan cup cake, mereka harus melekan (nglembur hingga malam hari) di kampus,” terang Hendrik Adrianus, Humas Akpar Majapahit di kantornya, Selasa (18/2/2014).

          Khusus kue tart ukurannya dibuat jumbo (diameter sekitar satu meter) karena kue tart ini akan diberikan kepada pengurus dan karyawan KBS termasuk zoo keeper. Kue tart itu dihias dengan tema KBS. Sementara itu untuk cup cake sendiri, dibuat dan dihias dengan gambar aneka satwa yang ada di KBS. Puluhan cup cake kreasi Akpar Majapahit itu dibagikan kepada pengunjung KBS. Pembuatan cup cake H-1 ini untuk menjaga agar kue yang dibuat dan dihias tetap segar dan enak dimakan.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Kue tart, cup cake dan bunga yang kami bagikan kepada pengurus, karyawan, zoo keeper dan pengunjung KBS ini merupakan bentuk cinta kasih Akpar Majapahit kepada KBS yang merupakan salah satu icon kebanggaan kota Surabaya. Kami juga berterima kasih kepada karyawan dan zoo keeper yang telaten merawat ratusan satwa di KBS,” kata Hendrik, yang dipercaya sebagai team leader pada puncak peringatan Valentine Day 2014 Akpar Majapahit.

          Selain membagikan cup cake kepada pengunjung, tim dari Akpar Majapahit juga memberikan bunga tanda cinta kasih kepada karyawan dan zoo keeper KBS.  Tak ketinggalan, owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso secara simbolis juga memberi makan unta dan gajah di KBS dengan buah dan sayur.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Wow… keren, kami bisa berakrab-akrab dengan unta dan gajah di KBS. Ini betul-betul hari yang luar biasa, meskipun pada saat itu Surabaya juga terkena imbas hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud,” kata Juwono di dampingi Evi Muliasari, istri tercinta di sela-sela acara tersebut.

          Selain menghelat acara Valentine Day di KBS, mahasiswa Akpar Majapahit juga meramaikan Drama Valentine di Naomi Café pada 12 Februari 2014. Rangkaian acara itu terkait acara menyambut Valentine Day sekaligus meramaikan grand launching Naomi Resto, yang dibuka di kawasan Tenggilis Mejoyo. Drama Valentine dan juggling performance  ini pesertanya sebagian besar adalah kru bartending dari Hizteria Street pimpinan Yuda Agustian.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          ”Tema juggling tersebut menitikberatkan pada drama Valentine yang dikombinasikan teknis juggling dengan api. Makanya, aksi para master juggling ini diliput oleh sembilan kru TV nasional. Pokoknya acara tersebut kami bikin seru dan semeriah mungkin agar memberi kesan mendalam bagi para tamu dan undangan yang hadir malam itu,” pungkas Hendrik Adrianus. So, kita tunggu saja acara spektakuler yang lainnya. Bravo Akpar Majapahit. (ahn)